Level Kritis NZD/USD: Peluang Rebound atau Risiko Penurunan?
13 Dec 2024
NZD/USD di Zona Penentu: Kesempatan Trading di Tengah Tekanan
Pasangan mata uang NZD/USD saat ini berada dalam tekanan besar, menghadapi kekuatan Dolar AS yang terus menguat. Sentimen hawkish dari Federal Reserve (The Fed) yang didukung oleh data ekonomi AS yang solid, seperti inflasi yang stabil dan pertumbuhan tenaga kerja yang kuat, menjadikan USD sebagai pilihan safe-haven utama. Sebaliknya, dolar Selandia Baru (NZD) melemah akibat minimnya sentimen positif dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dan data ekonomi domestik yang kurang menggembirakan.
Faktor Penggerak Utama
1. Kekuatan Dolar AS
Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat terus mendukung penguatan USD. Data ekonomi AS yang stabil memberikan kepercayaan tambahan pada prospek ekonomi negara tersebut, memperkuat daya tarik USD di pasar global.
2. Lemahnya Fundamental Selandia Baru
Data ekonomi Selandia Baru menunjukkan tren pelemahan, sementara kebijakan RBNZ tidak memberikan dorongan signifikan bagi NZD. Minimnya langkah stimulasi dari bank sentral menambah tekanan terhadap mata uang ini.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, NZD/USD berada di area support kritis di 0,57600. Berikut adalah skenario pergerakan yang dapat menjadi acuan:
Jika Support Bertahan:
Peluang rebound menuju resistance di 0,58000 hingga 0,58295 cukup terbuka. Trader dapat mempertimbangkan entry buy di atas level 0,57850 dengan target utama di 0,58295 dan stop-loss di bawah 0,57550.
Jika Support Tembus:
Tren bearish diperkirakan berlanjut dengan target penurunan menuju 0,57300. Dalam skenario ini, entry sell di bawah 0,57600 dapat dipertimbangkan, dengan target di 0,57300 dan konfirmasi pola candlestick bearish.
Strategi Trading
1. Entry Buy:
Level Entry: Di atas 0,57850
Target: 0,58295
Stop Loss: Di bawah 0,57550
2. Entry Sell:
Level Entry: Di bawah 0,57600
Target: 0,57300
Stop Loss: Di atas 0,57800
Kesimpulan
Pasangan NZD/USD berada dalam fase krusial, dengan prospek pemulihan atau kelanjutan tren bearish bergantung pada pergerakan di sekitar level support 0,57600. Trader disarankan untuk memantau rilis data ekonomi utama dari AS dan Selandia Baru serta menggunakan konfirmasi teknikal seperti pola candlestick dan indikator momentum untuk validasi keputusan trading. Dengan manajemen risiko yang disiplin, volatilitas ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk meraih profit.