Pergerakan Harga Emas Awal Tahun 2025
02 Jan 2025
Pergerakan Harga Emas Awal Tahun 2025: Analisis dan Faktor Pendukung
Harga emas mengalami penurunan tipis pada awal perdagangan di tahun 2025. Pada Kamis (2/1) pukul 6.35 WIB, harga emas spot melemah menjadi US$ 2.623,46 per ons troi, turun sedikit dari posisi sebelumnya di level US$ 2.624,50 per ons troi pada perdagangan Selasa (31/12/2024).
Sementara itu, kontrak emas Februari 2025 di Commodity Exchange tercatat melemah ke US$ 2.638,50 per ons troi, dibandingkan posisi sebelumnya di US$ 2.641 per ons troi.
Kenaikan Signifikan Tahun Lalu
Pada tahun 2024, harga emas mencatat kenaikan terbesar sejak 2010, dengan peningkatan sebesar 27%. Kenaikan ini didukung oleh pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, meningkatnya risiko geopolitik global, serta pembelian masif oleh bank sentral. Rekor tertinggi harga emas sepanjang tahun lalu tercatat pada 31 Oktober 2024, di level US$ 2.790,15 per ons troi.
Menurut Aneeka Gupta, Direktur Penelitian Ekonomi Makro di WisdomTree, faktor utama yang mendorong reli emas pada 2024 adalah meningkatnya permintaan dari Exchange-Traded Commodities (ETC) terkait emas, ketegangan geopolitik, dan pelonggaran kebijakan moneter secara global.
Proyeksi 2025
Meskipun harga emas mulai terkoreksi setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden AS, nilai emas diprediksi tetap kokoh sepanjang tahun 2025. Hambatan dari dolar AS yang kuat dan kebijakan Federal Reserve yang lebih lambat dalam melonggarkan suku bunga dapat memengaruhi pergerakan harga emas.
Federal Reserve dilaporkan telah memangkas suku bunga tiga kali di tahun sebelumnya, namun untuk tahun 2025, pemangkasan suku bunga diperkirakan lebih sedikit. Selain itu, kebijakan ekonomi Trump yang mencakup deregulasi, amandemen pajak, dan tarif global diperkirakan berdampak signifikan terhadap pasar emas.
Prediksi Investor dan Analis
Han Tan, Kepala Analis Pasar di Exinity Group, menyebutkan bahwa investor emas batangan dapat menikmati tahun luar biasa jika ketegangan geopolitik meningkat selama kepemimpinan Trump. Emas, yang dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap risiko ekonomi dan geopolitik, cenderung berkinerja baik di tengah suku bunga rendah.
Daan Struyven, ahli strategi komoditas di Goldman Sachs, memperkirakan bahwa harga emas dapat naik hingga US$ 3.000 per ons troi. Proyeksi ini didasarkan pada meningkatnya permintaan dari bank sentral secara struktural, serta kenaikan bertahap dalam siklus kepemilikan ETF emas.
Dengan berbagai dinamika global yang terus berkembang, emas diperkirakan tetap menjadi aset yang diminati oleh investor, baik untuk tujuan diversifikasi maupun sebagai pelindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada tanggung jawab masing-masing individu.